Mungkin ini yang aku butuhkan kala asap kendaraan dan sapa yang acuh memenuhi otak ku. Ketika kopi yang kuracik sepekat asap kota yang ku tinggalkan, semua rasaku luluh larut bersama gula di dalamnya.
Aroma rintik hujan yang menampar daun pinus dan terbentur kubangan tanah yang ku injak tadi siang masuk bersama asap kopi ini.
Dan tentang air yang menempel di pentilasi tenda ? Aku senang akan hadirnya. Menemani saat senja berselimut kabut di hutan ini.
Adukan sendok kayu yang berputar di adonan agar-agar untuk sarapan pagi nanti seakan menjaga rotasinya agar gravitasi alam tak terpental ke arah pengaruh globalisasi.
Adakah jelaga yang mengeluarkan aroma hutan pinus sealami disini ? Aku ragu menemukannya dimplanet ini.
#abd
Sabtu, 31 Oktober 2015
Malam Hutan Pinus
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Write komentar