Malaikatku, semesta akan bersukacita atas kehadiranmu. Engkau memberi pelangi ditengah malamku. Engkau memberi pengharapan baru untuk usia senjaku.Malaikatku, akankah jemari mungilmu dapat menggenggam dunia kelak nanti ? Jika aku tak dapat membawa diriku dan ibumu menggenggam dunia, bantu aku untuk wujudkan impian itu. Aku percaya tanganmu lebih erat menggenggam kemudi di tengah badai. Kakimu takkan pernah lelah menginjak tanah tak bertuan. Mungkin mimpiku terlalu berat untuk ku pikul sendiri. Tapi jiwamu akan lebih kuat untuk membawa sebagian mimpiku, bahkan mungkin kau akan menggendong semua mimpiku di atas pundakmu. Hhh kau keras kepala seperti ibumu, kau juga seorang penggerutusepertiku. Kau akan menjadi seorang inspirator untuk orang-orang sepertiku.Malaikatku, kau mulai merangkak. Apakah itu sebuah janji jika kau menjalani hidupmu di titik terendah namun kau akan tetap riang ? Hha kau lebih bijak dari orang paling bijak didunia ini.Malaikatku, aku akan mengumpulkan semua pengetahuan di rak ini untuk kau melihat dunia suatu hari nanti. Sementara kau akan melihat dari jendela dunia, selanjutnya kau akan menemukan sebuah peta untuk menuntun langkahmu di dalam hati dan pikiranmu.Malaikatku, kau harus tahu. Akan ada bebera atau bahkan berjuta pilihan dalam kehidupanmu nanti. Kau harus pandai mengemudikan kepribadianmu. Jadilah seorang pemimpin tanpa upah ! Jadilah sukarelawan untuk membenahi lingkunganmu ! Jadilah pohon yang selalu memberi setiap helaan nafas dan penyejuk dahaga untuk setiap makhluk !Malaikatku, tubuhku telah renta termakan waktu. Mataku rabun, pelipisku mulai menunjukkan alur halus yang akan terus mendalam dan melebar.Aku baru menyelesaikan sebagian Bab dari ribuan Bab yang telah ku susun bersama ibumu. Tolong bantu aku untuk menyelesaikan sebagian Bab terakhir dalam kehidupanku. Dan bantu aku dan ibumu melewati masa senja dengan secangkir teh dan semangkuk kenangan dipagi hari.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Write komentar