Sabtu, 31 Oktober 2015

Kehidupan Kota

Yang terlihat disini hanya daun berserakan yang dihempas angin. Hanya sayup suara gemuruh kendaraan dan klakson yang mereka bunyikan ketika para pelajar menyeberang di garis putih itu. Bagaimana kau merasa sepi di tengah riuh pedagang asongan yang menghampiri bus saat lampu merah menyala ? Kau hanya di batasi benteng baja setinggi bocah sepuluh tahun. Kau dimana ? Siapa yang membesukmu ? Hanya kutilang, setiap habis subuh ia datang ;katanya. Lalu kau tersungkur dari kursi goyangmu saat hendak berdiri, mencoba memapah lututmu yang di balut kain kasa. Siapa lagi yang menolongmu ? Adakah seorang yang lain disana ? Hanya tongkat gagang sapu yang dipatahkan membantuku berdiri ;katanya jua. Dua peniti yang kau kaitkan di ujung lengan bajumu telah kau latih agar tak selalu mempekerjakanmu tentang lengan baju. Kau cukup tenang disana. Dengan gulungan kain putih yang memerlihatkan tonjolan urat lenganmu.

#abdillah

    Choose :
  • OR
  • To comment
Tidak ada komentar:
Write komentar