Mungkin ini yang aku butuhkan kala asap kendaraan dan sapa yang acuh memenuhi otak ku. Ketika kopi yang kuracik sepekat asap kota yang ku tinggalkan, semua rasaku luluh larut bersama gula di dalamnya.
Aroma rintik hujan yang menampar daun pinus dan terbentur kubangan tanah yang ku injak tadi siang masuk bersama asap kopi ini.
Dan tentang air yang menempel di pentilasi tenda ? Aku senang akan hadirnya. Menemani saat senja berselimut kabut di hutan ini.
Adukan sendok kayu yang berputar di adonan agar-agar untuk sarapan pagi nanti seakan menjaga rotasinya agar gravitasi alam tak terpental ke arah pengaruh globalisasi.
Adakah jelaga yang mengeluarkan aroma hutan pinus sealami disini ? Aku ragu menemukannya dimplanet ini.
#abd
Sabtu, 31 Oktober 2015

Malam Hutan Pinus

Kehidupan Kota
Yang terlihat disini hanya daun berserakan yang dihempas angin. Hanya sayup suara gemuruh kendaraan dan klakson yang mereka bunyikan ketika para pelajar menyeberang di garis putih itu. Bagaimana kau merasa sepi di tengah riuh pedagang asongan yang menghampiri bus saat lampu merah menyala ? Kau hanya di batasi benteng baja setinggi bocah sepuluh tahun. Kau dimana ? Siapa yang membesukmu ? Hanya kutilang, setiap habis subuh ia datang ;katanya. Lalu kau tersungkur dari kursi goyangmu saat hendak berdiri, mencoba memapah lututmu yang di balut kain kasa. Siapa lagi yang menolongmu ? Adakah seorang yang lain disana ? Hanya tongkat gagang sapu yang dipatahkan membantuku berdiri ;katanya jua. Dua peniti yang kau kaitkan di ujung lengan bajumu telah kau latih agar tak selalu mempekerjakanmu tentang lengan baju. Kau cukup tenang disana. Dengan gulungan kain putih yang memerlihatkan tonjolan urat lenganmu.
#abdillah

Abdillah Junior
Malaikatku, semesta akan bersukacita atas kehadiranmu. Engkau memberi pelangi ditengah malamku. Engkau memberi pengharapan baru untuk usia senjaku.Malaikatku, akankah jemari mungilmu dapat menggenggam dunia kelak nanti ? Jika aku tak dapat membawa diriku dan ibumu menggenggam dunia, bantu aku untuk wujudkan impian itu. Aku percaya tanganmu lebih erat menggenggam kemudi di tengah badai. Kakimu takkan pernah lelah menginjak tanah tak bertuan. Mungkin mimpiku terlalu berat untuk ku pikul sendiri. Tapi jiwamu akan lebih kuat untuk membawa sebagian mimpiku, bahkan mungkin kau akan menggendong semua mimpiku di atas pundakmu. Hhh kau keras kepala seperti ibumu, kau juga seorang penggerutusepertiku. Kau akan menjadi seorang inspirator untuk orang-orang sepertiku.Malaikatku, kau mulai merangkak. Apakah itu sebuah janji jika kau menjalani hidupmu di titik terendah namun kau akan tetap riang ? Hha kau lebih bijak dari orang paling bijak didunia ini.Malaikatku, aku akan mengumpulkan semua pengetahuan di rak ini untuk kau melihat dunia suatu hari nanti. Sementara kau akan melihat dari jendela dunia, selanjutnya kau akan menemukan sebuah peta untuk menuntun langkahmu di dalam hati dan pikiranmu.Malaikatku, kau harus tahu. Akan ada bebera atau bahkan berjuta pilihan dalam kehidupanmu nanti. Kau harus pandai mengemudikan kepribadianmu. Jadilah seorang pemimpin tanpa upah ! Jadilah sukarelawan untuk membenahi lingkunganmu ! Jadilah pohon yang selalu memberi setiap helaan nafas dan penyejuk dahaga untuk setiap makhluk !Malaikatku, tubuhku telah renta termakan waktu. Mataku rabun, pelipisku mulai menunjukkan alur halus yang akan terus mendalam dan melebar.Aku baru menyelesaikan sebagian Bab dari ribuan Bab yang telah ku susun bersama ibumu. Tolong bantu aku untuk menyelesaikan sebagian Bab terakhir dalam kehidupanku. Dan bantu aku dan ibumu melewati masa senja dengan secangkir teh dan semangkuk kenangan dipagi hari.
Sabtu, 24 Oktober 2015

#SAFETYFIRST
“Semoga ya Zarah. Kita mulai dari diri sendiri aja dulu. Udah mau jam masuk sekolah. Kalian masuk gih, kapan-kapan kita bisa ketemu lagi.”
Kamis, 01 Oktober 2015

Pesan Untuk Malaikat Kecilku
Malam ini sepertinya gelap enggan untuk berganti. Kurasa hari ini sepenuhnya milik malam. Sebuah pesan terbersit dalam hening, pesan untuk seorangmalaikat kecilku esok nanti.Malaikatku, aku ingin kau menjadi pribadi yang lain dari jutaan anak di semesta ini, mungkin akan ada beberapa ayah yang sejalan denganku.Malaikatku, aku takkan selalu menceritakan kisah dongeng fiksi untuk mengantar tidurmu. Sang kancil, cinderela, dan yang lainnya yang menurutku tak patut ku ceritakan padamu. Mungkin sesekali aku akan menceritakannya untuk membekalimu agar kau tahu kau pernah menjadi anak kecil dan hanya untuk memberikanmu kesempatan untuk mengambil pelajaran dari kisah itu.Malaikatku, aku akan membawamu pergi jauh dari umurmu yang sangat belia ini. Aku akan menceritakan semesta untuk setiap penghantar tidurmu. Bercerita tentang bagaimana awal mula semesta ini terbentuk dengan semua teori di dalamnya.Malaikatku, ada beberapa teori tentang terbentuknya alam semesta ini. Aku akan memberitahukan apa itu teori big bang, nebula, tindal dan lainnya. Sistem tata surya, apa itu komet, macam-macam galaxy, sampai hal tentang dimana dan seberapa besar kita saat ini.Malaikatku, aku akan memberi tahukan kepadamu flora dan fauna yang pernah hidup beribu tahun yang lalu sebelum kita di lahirkan. Bagaimana ia punah, apa saja yang terjadi di planet ini, seperti tabrakan asteroid besar yang membuat dinosaurus punah, bagaimana bumi kembali hidup hanya karena fungi, dan revolusi-revolusi setiap makhluk.Malaikatku, di era sekarang dimana ayahmu hidup ada mamalia terbesar yang hidup di bumi, Paus Biru (Balaenoptera musculus). Tapi ada satu spesies fungi yang melebihi paus biru. Itu semua akan ku ceritakan padamu.Malaikatku, kau akan senang mendengar bagaimana teori gravitasi bumu yang di temukan oleh newton. Dan seorang ilmuan dari agama kita yang lebih dulu menemukan teori-teori tentang hukum fisika, astronomi, aljabar, pitagoras, tentangseluruh semesta. Tapi ironinya, manusia saat ini lebih mengenal einstein daripada alkindhi. Kau akan suka perhitungan.Malaikatku, sampai saat pesan ini dubuat, ada beberapa hal yang masih menjadi kontroversi. Tentang teori darwin dan agama yang kuyakini, Planet nibiru, crop circle, atlantis, stonehenge, dan masih banyak hal lainnya. Kau pasti akan bersemangat berdiskusi bersamaku. Malaikatku, kuharap kau peduli akan semesta ini seperti aku dan ibumu. Aku dan ibumu mencintai semesta seperti ikatan kami berdua. Semoga kelak kita akan menemukan cara agar tumpukan sampah dan polusi di planet ini dapat di atasi.
Malaikatku, aku akan menceritakan tentang keangkuhan pemimpin palet ini (yaitu kita sebagai manusia), aku tak habis pikir bagaimana sampah bisa menumpuk sebesar 2x negara prancis di pasific (pasific trash vortex), betapa tololnya spesies kita, kau harus ingat bahwakita adalah virus sebenarnya di planet ini, bukan aids, bukan juga ebola yang saat ini belum ada obatnya.Malaikatku, cintailah alam ini seperti aku, mencintaisemesta, ibumu, juga engkau.Malaikatku, kurasa mataku sudah terlalu berat untuk melanjutkan untuk malam ini. Masih banyak tentang semesta dan misterinya yang ingin aku sampaikan padamu. Dan kau akan menerimanya suatu hari nanti.
*berang-berang_tua